|
|
|---|
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Monday, April 18, 2011
Selain memiliki segudang manfaat positif seperti meningkatkan kualitas tidur, meredam stres, memperbaiki fungsi kekebalan tubuh, dan meningkatkan produksi endorfin, sering masturbasi juga memberikan efek negatif yang sangat membahayakan.
Ejakulasi dini
Konsultan seks, Dr Hernano Chavez mengatakan, sulit mencapai klimaks saat berhubungan seks atau justru mempercepat ejakulasi atau ejakulasi dini.
"Dengan masturbasi, kita bisa mencapai orgasme sendiri. Lama-kelamaan otak akan terlatih merespons sentuhan-sentuhan tangan sendiri dan mengurangi sensitivitas sentuhan yang berasal dari orang lain. Akibatnya akan lebih sulit mencapai klimaks," kata Chavez, seperti dikutip situs askmen
Secara biologis, ketagihan masturbasi bisa memengaruhi otak dan zat-zat kimia dalam tubuh sehingga berpengaruh pada produksi hormon seks secara berlebihan. Meski dampaknya pada tiap orang berbeda, masturbasi kronik ini bisa menyebabkan rasa lelah, sakit di bagian pelvic, sakit punggung, sakit di bagian testis, hingga rambut rontok.
Karena terbiasa memuaskan diri sendiri tanpa melibatkan orang lain, dikhawatirkan seseorang akan lebih menyukai aktivitas seks sendiri dibandingkan dengan pasangan. Padahal hubungan seks yang sehat seharusnya bisa memuaskan kedua belah pihak.
Masturbasi kronis dan komplusif
Selain ejakulasi dini, sering masturbasi mengakibatkan masturbasi kronis dan kompulsif.
Masturbasi kronis akan mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter. Meski dampaknya pada setiap orang berbeda, terlalu sering masturbasi dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok.
Sedangkan masturbasi komplusif akan mempengaruhi kehidupan karena sudah menjadi kebiasaan. Sebagian pria yang masturbasi enam kali sehari bisa saja merasa produktif, sementara lainnya merasa sebaliknya.
Masturbasi kompulsif dapat berdampak negatif pada pekerjaan, hubungan dengan pasangan, harga diri, keuangan, dan sosial, jika tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan hasrat.
Masturbasi berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT. Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok, dan berolahraga.
Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan. Jika keluhan tak kunjung reda, hubungi dokter untuk pemeriksaan medis.
sumber : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1427912/sering-masturbasi-ini-akibatnya
Labels: Kesehatan
Thursday, March 10, 2011
Video Game dengan motion controller
Benarkah video game dengan motion controler mampu membakar kalori pada anak-anak? Pertanyaan itu mendorong peneliti untuk melakukan riset lanjutkan untuk membuktikan anggapan itu.
Pasalnya, sejumlah riset terdahulu menyimpulkan bermain video game justru menyebabkan resiko obesitas semakin tinggi. Namun, ada pula hasil riset yang menyimpulkan video game memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pembakaran kalori. Tim riset dari University of Massachusetts pun mencoba meninjau ulang riset-riset sebelumnya.
Mereka mengevaluasi efek dari dari enam bentuk video game motion controler yang disebut "Exergaming". Evaluasi melibatkan 39 anak-anak dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) bervariasi. Dalam riset, 39 anak dalam rentang usia 11 dan 12 tahun dengan metabolisme cukup tinggi, diharuskan berjalan di atas tradmil dengan kecepatan 3 mil per jam dan bermain enam game seperti Dance Dance Revolution, Nintendo Wii Boxing, LightSpace Bug Invation, Cybex Trazer , Xavix J-Mat dan Sportwall selama 10 menit.
Dari riset, peneliti memiliki catatan lain yaitu 21 anak dengan berat badan berlebih ternyata memiliki resiko kegemukan. Namun, mereka tetap menikmati permainan itu, bahkan ketimbang anak-anak dengan berat tubuh normal.
"Mereka menikmati semua permainaan itu. Tentu hal itu membantu orang tua meningkatkan aktivitas fisik pada anak-anak," papar Bruce W. Bailey, seorang asisten profesor ilmu olahraga di Universitas Brigham Young. Sepanjang itu mengeluarkan energi, bila orangtua mampu memilih permainan tepat bagi anak, maka ia bisa beraktivitas dengan baik.
Bailey menjelaskan The exergames berbeda dengan video game lain lantaran mampu meningkatkan pengeluaran energi delapan kali lipat. "Saya pikir itu menarik dan sangat potensial dibanding game lain yang hanya dilakukan dengan duduk," katanya. Namun, lanjut dia, apakah semua anak-anak menyukai permainan macam itu.
Elizabeth DiRico, ahli fisiologi, Cigna Healthcare di Findlay, Ohio, mengatakan temuan Bailey mencerminkan hasil penelitian serupa yang ia lakukan--namun saat melibatkan mahasiswa pada tahun 2008. Dia menilai The Exergames adalah "cara yang lebih baik" ketimbang video game jenis lain sekaligus mengganti olahraga yang mungkin tak semua anak mau melakukan. "Sebenarnya, yang menjadi masalah bagi anak-anak saat bermain game, mereka tak saja duduk diam tanpa beraktivitas, tetapi juga mengemil," kata dia.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/11/03/10/168464-video-game-bakar-kalori-secara-signifikan
Labels: Kesehatan
Subscribe to:
Posts (Atom)

